Bahaya Israiliyat dalam Penafsiran Al-Qur’an dan Relevansinya di Era Modern
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena riwayat Israiliyat dalam penafsiran Al-Qur'an serta tantangan penyebarannya di era digital. Menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, studi ini menganalisis pergeseran medium penyampaian Israiliyat dari kitab klasik ke konten dakwah modern seperti YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Israiliyat terbagi menjadi tiga kategori: sesuai, bertentangan, dan netral. Di era kontemporer, sekitar 30–50% konten kisah keagamaan memuat unsur Israiliyat tanpa klarifikasi status keotentikannya. Hal ini berpotensi mengaburkan batasan wahyu, merusak akidah, dan merendahkan kemuliaan para nabi akibat visualisasi yang dramatis namun nirverifikasi. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan pentingnya sikap kritis-selektif berdasarkan panduan ulama klasik, penerapan pendekatan rasional-historis Ibnu Khaldun, serta peningkatan literasi digital bagi pendakwah dan orang tua. Menyikapi Israiliyat bukan dengan melarangnya secara mutlak, melainkan menyertainya dengan klarifikasi sumber demi menjaga kemurnian ajaran Islam. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan kajian empiris terkait literasi masyarakat terhadap konten dakwah digital.


