Vol. 1 No. 1 (2026): Juni 2026
Jurnal ISTIBYAN resmi menerbitkan edisi perdana sebagai media ilmiah kajian pemikiran dan peradaban Islam. Isu pertama ini menyajikan hasil penelitian lapangan dan pustaka yang mendalam seputar filsafat, historiografi, hukum, hermeneutika Al-Qur'an/Hadis, sosiologi masyarakat muslim, hingga transformasi pendidikan Islam, demi berkontribusi signifikan bagi perkembangan studi keislaman global.
Articles
-
Andalusia dan Kebangkitan Eropa: Mengungkap Peran Peradaban Islam dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan
Maulida Wahyuni Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al-Robbaniyin Indonesia , Nuria Rabbani Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al Robbaniyin IndonesiaPenelitian ini bertujuan menguji peran peradaban Islam di Al-Andalus dalam memajukan sains, pendidikan, dan budaya yang berkontribusi pada kebangkitan intelektual Eropa. Latar belakang studi ini dipicu oleh terbatasnya pemahaman publik mengenai pengaruh signifikan peradaban Islam terhadap fondasi peradaban Barat modern. Menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari berbagai artikel ilmiah yang mendiskusikan perkembangan peradaban Al-Andalus, kontribusi ilmuwan Muslim, sistem pendidikan, arsitektur, serta transmisi pengetahuan ke Eropa melalui lembaga pendidikan dan gerakan penerjemahan. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Andalus berhasil menjadi pusat peradaban Islam terkemuka yang menghasilkan pencapaian luar biasa di bidang filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, seni, dan arsitektur. Melalui perpustakaan dan aktivitas penerjemahan ilmiah, pengetahuan Islam menyebar luas ke Eropa hingga memicu lahirnya era Renaissance. Selain itu, lingkungan multikultural Al-Andalus mendorong pertukaran budaya yang produktif. Disimpulkan bahwa warisan intelektual Al-Andalus berperan krusial dalam sejarah sains global dan pembentukan peradaban Barat modern.
Pages: 1-12Views: - Downloads: -Bahaya Israiliyat dalam Penafsiran Al-Qur’an dan Relevansinya di Era Modern
Arini Rusydah Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al Robbaniyin Indonesia , Suci Silmiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al Robbaniyin Indonesia , Halimatus Sa'diyah Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al Robbaniyin IndonesiaPenelitian ini mengkaji fenomena riwayat Israiliyat dalam penafsiran Al-Qur'an serta tantangan penyebarannya di era digital. Menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, studi ini menganalisis pergeseran medium penyampaian Israiliyat dari kitab klasik ke konten dakwah modern seperti YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Israiliyat terbagi menjadi tiga kategori: sesuai, bertentangan, dan netral. Di era kontemporer, sekitar 30–50% konten kisah keagamaan memuat unsur Israiliyat tanpa klarifikasi status keotentikannya. Hal ini berpotensi mengaburkan batasan wahyu, merusak akidah, dan merendahkan kemuliaan para nabi akibat visualisasi yang dramatis namun nirverifikasi. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan pentingnya sikap kritis-selektif berdasarkan panduan ulama klasik, penerapan pendekatan rasional-historis Ibnu Khaldun, serta peningkatan literasi digital bagi pendakwah dan orang tua. Menyikapi Israiliyat bukan dengan melarangnya secara mutlak, melainkan menyertainya dengan klarifikasi sumber demi menjaga kemurnian ajaran Islam. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan kajian empiris terkait literasi masyarakat terhadap konten dakwah digital.
Pages: 13-21Views: - Downloads: -Transformasi Literasi Keagamaan Mahasiswa di Era Artificial Intelligence
Ash Fiyain Nisa Universitas Nurul Jadid Indonesia , Muhammad Amir Kulal Universitas Nurul Jadid IndonesiaPerkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan signifikan dalam praktik literasi keagamaan mahasiswa, khususnya dalam cara memperoleh, memahami, dan memverifikasi informasi. Fenomena ini menunjukkan pergeseran dari sumber konvensional ke teknologi berbasis kecerdasan buatan yang lebih cepat, interaktif, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi literasi keagamaan mahasiswa di era AI, dengan fokus pada perubahan pola akses sumber keagamaan dan penguatan kemampuan verifikasi informasi. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi lapangan, riset ini dilaksanakan di Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta temuan lapangan, lalu dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI telah menjadi media awal mahasiswa dalam memperoleh informasi keagamaan. Kehadiran AI justru mendorong berkembangnya praktik verifikasi informasi secara kritis melalui perbandingan dengan kitab, jurnal, situs keagamaan tepercaya, serta diskusi akademik. Transformasi ini tidak hanya mengubah pola akses, tetapi juga memperkuat kemampuan kritis mahasiswa dalam menilai validitas informasi. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan literasi digital-keagamaan yang adaptif terhadap teknologi tanpa mengabaikan kredibilitas sumber otoritatif.
Pages: 22-40Views: - Downloads: -Transformasi Pemaknaan Nilai Tawakal di Kalangan Mahasiswa Muslim pada Era Digital
Maskur Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al Robbaniyin IndonesiaPerkembangan teknologi digital mengubah cara mahasiswa Muslim memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan, termasuk tawakal. Kemudahan akses informasi, meningkatnya tuntutan akademik, dan ketidakpastian era digital mendorong transformasi pemaknaan konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi makna nilai tawakal di kalangan mahasiswa Muslim pada era digital serta mengungkap fungsinya dalam kehidupan akademik mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi lapangan, riset ini dilaksanakan di Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan temuan lapangan, lalu dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan trianggulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna tawakal dari sikap pasif menuju pemahaman aktif melalui optimalisasi ikhtiar berbasis teknologi digital. Selain itu, tawakal berfungsi sebagai mekanisme adaptasi yang membantu mahasiswa menghadapi ketidakpastian, tekanan akademik, dan perubahan sosial yang cepat. Implikasi penelitian menunjukkan nilai tawakal tetap relevan dalam kehidupan mahasiswa modern karena mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan esensi spiritualnya, sekaligus memperkaya kajian pemikiran Islam kontemporer mengenai relasi religiositas dan transformasi digital
Pages: 41-60Views: - Downloads: -Etika Algoritma dan Kosmologi Islam: Menakar Masa Depan Kemanusiaan di Era Kecerdasan Artifisial
Muhammad Amir Kulal Universitas Nurul Jadid Indonesia , Ahmad Silmul Fuady Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al Robbaniyin IndonesiaPerkembangan kecerdasan artifisial telah menggeser fungsi algoritma dari sekadar instrumen komputasional menjadi mekanisme yang memengaruhi produksi pengetahuan, pengambilan keputusan, dan pembentukan realitas sosial. Pergeseran tersebut berlangsung dalam paradigma sekuler-mekanistik yang cenderung mereduksi manusia menjadi entitas komputasional sehingga mengancam agensi moral dan dimensi spiritualnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji persoalan tersebut melalui perspektif kosmologi Islam sebagai kerangka metafisis untuk mereposisi hubungan antara manusia, teknologi, dan tatanan keberadaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan yang dianalisis melalui metode deskriptif-analitis dan pendekatan filosofis-hermeneutis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan artifisial secara ontologis berada pada tingkat instrumental dalam hierarki marātib al-wujūd sebagai artificial configuration yang bergantung pada kreativitas dan tanggung jawab manusia. Berbeda dengan 'aql yang terhubung dengan ruh dan qalb, AI hanya merepresentasikan rasionalitas kalkulatif tanpa kesadaran spiritual. Penelitian ini merumuskan etika profetik berbasis amanah, kemaslahatan, dan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai fondasi normatif bagi pengembangan teknologi yang menjaga kedaulatan manusia serta mengarahkan transformasi digital menuju terwujudnya Insan Kamil tanpa terjebak pada teknofobia maupun teknofilia.
Pages: 61-75Views: - Downloads: -Additional Menu
Make a Submission
VISITOR


